Kamis, 04 November 2021

CARA MEMBUAT PESTISIDA NABATI (PESNAB) DARI DAUN SIRSAK

    Didalam daun sirsak mengandung senyawa Fitosterol, Tanin, Ca-oksalat clan Alkaloid murisine yang sangat bermanfaat untuk dijadikan bahan pestisida nabati. Pestisida nabati berbahan baku daun sirsak berjenis insektisida atau racun serangga yang bersifat racun kontak juga bisa sebagai penolak (repellent) dan penghambat nafsu makan (antifeedant) pada hama khususnya hama serangga.

Pelatihan pembuatan Pesnab daun sirsak

    Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana salah satunya tanaman sirsak.

    Pesnab atau pestisida Nabati dari daun sirsak ini untuk menanggulangi hama pada tanaman seperti
cabai,tomat, dan tanaman lainya.


Berikut bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pestisida nabati menggunaka daun sirsak:

1. Daun sirsak sebanyak 50 lembar. Daun yang diambil jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda
2. Deterjen sebagai perekat
3. Air 1 Liter

Cara pembuatanya:
    Haluskan daun sirsak tersebut dengan cara di tumbuk dan pastikan betul-betul halus kemudian masukkan kedalam botol dan campurkan diterjen secukupnya atau -/+ 1/3 Sendok teh. Campurkan dengan air sebanyak 1 L, kocok hingga merata. Diamkan minimal 1 hari. Pesnab yang sudah di buat dan didiamkan selama 1 hari sudah siap untuk di gunakan. 

    Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari.Penggunaan pestisida nabati ini kuncinya dilakukan secara rutin 1 minggu sekali, sehingga pengendalian hama akan berhasil dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.Penggunaan pestisida nabati disamping ramah lingkungan, dari segi biaya produksi juga sangat membantu para petani

    Takaran untuk 1L pesnab Bisa digunakan dalam satu tangki handspayer. Atau 1 gelas air mineral kedalam 2 liter air. Semprotkan ke tanam dengan merata atas dan bagian bawah tanaman.

Selamat mencoba...
Salam petani milenial....




Minggu, 01 Agustus 2021

TENTANG PERTANIAN ORGANIK

TENTANG PERTANIAN ORGANIK

 

Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.[1] Beberapa tanaman Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura yang meliputi tanaman sayur, buah, bunga, dan tanaman obat (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa, dll.), dan rempah-rempah.[1] Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan.[2] Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan.[2] Pertanian organik juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan.[2] Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan.[2] Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.[2]